Final Fight DBL


Final Fight

           SURABAYA (30/10) Mencapai puncak final merupakan suatu prestasi besar untuk tim basket SMP Kr. Petra 5 Surabaya. Tapi sayang, untuk kali kedua, SMP P5 hanya dapat  menduduki posisi Runner Up. Kali ini pertandingan terakhir harus dirajai oleh SMP Cita Hati Surabaya dengan poin 62-24.
  Sempat tersirat kekecewaan di wajah para pemain saat partai final itu ditutup dengan poin telak. Yang dapat mereka perbuat hanya meminta maaf pada para supporter di akhir acara. Sebaliknya, hampir semua supporter tidak nampak kecewa. Mereka terus mengangkat 2 jempol, tanda bangganya terhadap perjuangan tim basket. Ada juga supporter yang menangis saking harunya. Tak dapat dipungkiri, usaha keras tim basket Petra 5 memang tak boleh diremehkan. Mampu mengalahkan sekolah top lain hingga babak final adalah prestasi yang perlu diacungi jempol. Apalagi ada begitu banyak komentar negatif yang menyebabkan tekanan emosi. Mereka mampu mengatasi semua itu dengan dewasa. Tak tanggung-tanggung, tim inti basket tadi akhirnya meraih keringanan biaya sekolah di SMA Petra 5 dari pihak PPPK Petra sebsar 75%. Artinya, mereka hanya perlu membayar sebesar 25%.
  “Bangga bangetlah P5 bisa sampai final,” ujar Tabita Ivana, seorang siswi Petra 5 kelas 9. Sejumlah siswa lain juga mengiyakan hal yang sama. Meski hanya tinggal 1 langkah menuju champion, tapi kecawa bukanlah pilihan untuk dirasakan.
  Sepanjang pertandingan DBL, Petra 5 bermain sengit dan menghibur. Koran Jawa Pos kerap menggambarkan tim basket putra sekolah ini seperti mesin diesel. Pada babak awal, poin  selalu tertinggal oleh musuh. Tapi di babak kedua, stamina dan tak tik mereka melejit. Tanpa segan-segan, pembalasan terus diberikan hingga skor-pun saling imbang. Tak hanya imbang, permainan akan terus berkembang sampai skor benar-benar unggul.
Itulah sebabnya permainan P5 enak dilihat. Belum lagi dukungan supporter selalu heboh. Penonton semangat yang rata-rata adalah siswa-siswi Petra 5 sendiri tak kunjung lelah bersorak. Mulai dari teriakan simple seperti “Go Petra 5!”, “P 5 P 5 go!!”, atau sekadar “Petra 5!!” sampai sorakan berupa lagu, diperdengarkan oleh mereka sepanjang game berlangsung. Selain stamina pemain yang kuat, Petra 5 juga memiliki supporter dengan stamina baja. Hal ini tak lepas dari campur tangan OSIS dan panitia penggalang supporter DBL. Mereka menyediakan berbagai atribut dan menginstruksi sorakan untuk P5 agar senada. Tak salah bila mereka mendapat posisi ke-3 “Koordinator Supporter Terbaik”.
  Tak mau kalah, Tim Yel-Yel P5 juga berlatih giat untuk hasil terbaik. Hampir setiap hari mereka meninggalkan pelajaran demi melatih kekompakkan. Tidak sia-sia, karena untuk pertama kali, SMP Petra 5 meraih posisi 5 besar.
  Petra 5 juga menyabet beberapa gelar untuk kompetisi-kompetisi lain. Ada Jason Christian yang berhasil menyimpan kemenangan Three Point Contest untuk kali kedua, ada Denny dan Stefan Rio yang mendapat juara 2 Tic Tac Toe Game, ada juga Velika – Nathanael Santoso yang memperoleh Best Spirit Journalist DBL Competition.
  Semua prestasi ini begitu membanggakan. Semoga teman-teman lain dapat termotivasi untuk berkarya buat Petra 5. FIGHT TRAVEJES !! GBUs :) 

Leave a respond

Posting Komentar